Institute of Policy Studies of Sri Lanka (IPS) mengumumkan capaian enam peneliti muda yang berhasil memperoleh beasiswa pascasarjana untuk melanjutkan studi di sejumlah universitas terkemuka dunia. Keberhasilan ini mencerminkan upaya lembaga dalam membina kapasitas riset dan pengembangan kebijakan di bidang ekonomi, pertanian, dan mitigasi bencana.

Para peneliti tersebut memiliki latar belakang akademik kuat dan pengalaman riset di IPS, serta mendapat dukungan beasiswa penuh atau pendanaan dari berbagai program internasional. Rangkaian penghargaan ini dipandang sebagai investasi untuk memperkuat analisis kebijakan nasional di masa depan.
Profil singkat peneliti dan beasiswa yang diraih
Suresh Ranasinghe bergabung dengan IPS setelah lulus BA in Economics dengan First Class Honours dari University of Colombo dan LLB dari Open University of Sri Lanka. Setelah meraih Commonwealth Shared Scholarship 2022/23 untuk menempuh MSc in Development Economics di University of Nottingham, ia kembali ke IPS dan melanjutkan riset di bidang kesehatan, pendidikan, dan kebijakan ketenagakerjaan. Suresh mendapatkan studentship penuh untuk memulai PhD in Economics di Nottingham Trent University mulai Oktober 2025.
Usha Perera juga berasal dari University of Colombo dengan gelar BA in Economics First Class Honours. Ia sempat meraih Commonwealth Shared Scholarship 2023/24 untuk MSc in Economics di University of Leeds. Kembali ke IPS, Usha melanjutkan riset tentang kebijakan kesehatan, tenaga kerja, dan pendidikan, lalu berhasil memperoleh dana dari Economic and Social Research Council, UK, untuk memulai PhD in Economics di Lancaster University pada Oktober 2026.
Chandula Idirisinghe memiliki BSc (Hons) in Agricultural Technology and Management (Upper Second Class) dari University of Peradeniya dan menyelesaikan Master of Agricultural Economics di Postgraduate Institute of Agriculture, University of Peradeniya. Fokus risetnya pada kebijakan pertanian dan pengembangan agribisnis membuka jalan bagi penerimaannya ke University of Guelph, Kanada, untuk PhD in Management dengan beasiswa penuh mulai September 2026.
Beasiswa untuk studi lanjutan di universitas ternama
Beberapa peneliti lain yang mendapatkan beasiswa adalah Himani Vithanage, Chaya Dissanayake, dan Dinithi Athulathmudali. Himani, yang bergabung sebagai penerima Saman Kelegama Research Grant dan memiliki BA in Economics First Class Honours dari University of Colombo serta BSc in Economics and Finance First Class Honours dari London School of Economics and Political Science (LSE), meraih Commonwealth Master’s Scholarship 2026 dan diterima untuk MSc in Economics for Development di University of Oxford mulai September 2026.
Chaya Dissanayake, lulusan B.Sc. (Hons) in Agriculture (Upper Second Class) dari University of Jaffna, menekuni riset terkait kesiapsiagaan risiko bencana di IPS. Chaya akan memulai MSc in Risk and Disaster Science di University College London (UCL) sebagai pemenang Commonwealth Shared Scholarship 2026 pada September 2026.
Dinithi Athulathmudali, yang datang ke IPS juga sebagai penerima Saman Kelegama Research Grant dan memiliki BA in Economics First Class Honours dari University of Colombo, fokus pada riset kesehatan, pendidikan, dan kebijakan ketenagakerjaan. Dinithi dianugerahi Commonwealth Master’s Scholarship 2026 dan akan menempuh MSc in Economics for Development di University of Oxford pada September 2026.
Dukungan institusi dan harapan ke depan
IPS menyampaikan ucapan selamat kepada keenam peneliti atas prestasi mereka dan menggarisbawahi komitmen lembaga untuk terus mendukung pengembangan profesional tenaga peneliti muda. Keberangkatan para peneliti ke program pascasarjana internasional diharapkan memperkaya kapasitas analitis dan kontribusi mereka terhadap formulasi kebijakan ekonomi dan sektor terkait setelah kembali.
Dengan pengalaman akademis dan pendanaan yang didapatkan, para peneliti diproyeksikan dapat mengaplikasikan pengetahuan serta jaringan internasional untuk memperkuat riset kebijakan nasional, khususnya di bidang kesehatan, pendidikan, ketenagakerjaan, pertanian, agribisnis, dan mitigasi bencana. Lembaga menegaskan akan terus memfasilitasi pertumbuhan karier dan pengembangan keilmuan bagi peneliti muda di dalam institusi.
Keberhasilan ini dianggap bagian dari upaya jangka panjang memperkokoh kapasitas lokal dalam analisis kebijakan, sekaligus membuka peluang kolaborasi riset IPS dan berbagai institusi akademik global.


















































































































