Andromeda Sufi Anggoro diterima di FMIPA ITB dan memilih melakukan perjalanan unik untuk berangkat ke kampus, yakni naik bajaj bersama keluarga dari Yogyakarta menuju Bandung. Perjalanan itu berlangsung selama 24 jam dan dilakukan bersama orang tua serta adiknya. Keputusan keluarga mengantar Andromeda dengan kendaraan tradisional tersebut menarik perhatian karena durasi perjalanan dan cara mereka menempuh jarak antar kota. Tujuan akhir adalah Bandung, tempat Andromeda akan memulai studi di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam ITB.
Perjalanan 24 jam dari Yogya ke Bandung
Perjalanan yang mereka lakukan memakan waktu sekitar 24 jam. Waktu tempuh yang cukup panjang itu menjadi bagian dari cerita keberangkatan Andromeda menuju lingkungan akademik barunya. Meski bukan moda transportasi umum antarkota yang biasa dipilih untuk jarak jauh, pilihan naik bajaj ini menonjolkan unsur kebersamaan keluarga dalam momen transisi penting bagi seorang calon mahasiswa.

Dikawal orang tua dan adik
Andromeda tidak melakukan perjalanan itu sendirian. Orang tua dan seorang adik turut mendampingi hingga ke tujuan. Hadirnya keluarga dalam perjalanan ini menandai dukungan mereka menjelang awal perkuliahan di FMIPA ITB. Pendampingan keluarga tersebut menjadi inti dari cerita keberangkatan yang penuh makna, di mana proses pindah domisili sementara atau memulai hidup sebagai mahasiswa baru di kota lain dibingkai oleh kehadiran orang terdekat.
Awal baru di FMIPA ITB
Penerimaan Andromeda di FMIPA ITB menandai babak baru dalam pendidikan yang ia jalani. Perjalanan panjang yang ditempuh untuk sampai ke Bandung merupakan langkah awal memasuki lingkungan akademik yang berbeda. Momen serah terima keberangkatan dari Yogyakarta ke Bandung menjadi simbol komitmen keluarga untuk mendukung proses pendidikan Andromeda, sekaligus cerminan semangat anak muda yang bersiap menapaki dunia perkuliahan.
Cerita ini juga membuka ruang bagi pembaca untuk memperhatikan berbagai cara keluarga menandai tonggak pendidikan anaknya. Pilihan moda transportasi, lamanya perjalanan, dan hadirnya anggota keluarga merupakan bagian dari narasi yang memperlihatkan bahwa setiap perjalanan menuju pendidikan tinggi memiliki latar yang khas dan personal.
Andromeda Sufi Anggoro akan memulai perkuliahan di FMIPA ITB setelah menempuh perjalanan dari Yogyakarta ke Bandung bersama orang tua dan adiknya dengan bajaj. Peristiwa ini terekam sebagai kisah keberangkatan yang sederhana namun sarat makna, menandai titik awal kehidupan akademik barunya.












































































































































































































